Forum PRB Lombok Utara Minta Bupati Terpilih Perhatikan Pembangunan Berbasis Pengurangan Resiko Bencana

Spread the love

Global Hukum Indonesia, Lombok Utara – Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Lombok Utara meminta Bupati terpilih untuk memperhatikan secara serius pembangunan berbasis pengurangan Resiko Bencana di Lombok Utara, berdasarkan pemetaan bahwa ada beberapa resiko bencana yang sangat berpotensi rawan bencana, (26/1/2021).

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Lombok Utara Marianto, SH., mengatakan, Bahwa dalam rancangan peraturan Daerah jangka pendek, menengah dan jangka panjang kami berharap Bupati dan Wakil Bupati memperhatikan pembangunan berbasis pengurangan resiko bencana di Lombok Utara, ujarnya

Hampir lima Kecamatan di Lombok Utara memiliki potensi rawan bencana alam maka dari itu kita harus benar-benar serius memperhatikan pembangunan berbasis pengurangan resiko bencana.

Lanjut Maryanto, SH., Selama ini kami dari Forum PRB tidak pernah di libatkan baik oleh BPBD Lombok Utara maupun Pemda dalam pembahasan dan pelaksanaan kegiatan kegiatan Daerah, padahal posisi kami sangat strategis salam memberikan masukan terkait dengan resiko-resiko bencana nyaris keberadaan Forum PRB selama ini seperti di anak tirikan di buat dan di bentuk namun tidak di fungsikan, terangnya sambil nada geram.

Kedepan kita berharap Pemda Lombok Utara lebih serius menggandeng kami dalam segala bentuk kegiatan terkait dengan pembangunan di Lombok Utara, baik pengaspalan jalan,, pembangunan pemukiman dan prasarana harus berbasis kajian resiko bencana alam.

Kabupaten Lombok Utara adalah salah satu Kabupaten yang rawan bencana alam seprti gempa bumi, angin puting beliung, longsor dan sunami lebih baik kita melakukan mitigasi dari pada kita mengobati lebih baik kita mencegah.

Begitu juga soal pendidikan Pemda Lombok Utara harus memiliki kurukulum berbasis kebencanaan sehingga kita bisa mengurangi dampak jelas jika ada musibah menimpa kita, harapnya

Kami berharap pasangan JODA AKBAR akan memperhatikan hal ini karena peta rawan kebencanaan sudah jelas tinggal kita memuat dalam regulasi dan aksi nyata di lapangan, tutup Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Lombok Utara Marianto, SH. (ms)