Kapolda Sumut Hadiri Rapat Permasalahan “Save Babi”

Spread the love

Global Hukum Indonesia, Medan – Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si., Kapolda Sumatera Utara hadiri rapat permasalahan “Save Babi” Bersama Komunitas Konsumen Dagang Babi Indonesia (KKDBI) bertempat di Kantor DPRD Provinsi Sumut. Kamis (13/02/2020).

Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Sumut Bpk. Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Provsu Bpk. Drs. Baskami Ginting, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., Kajati Sumut, anggota DPRD Provinsi Sumut, Ketua KKDBI dan anggota Komunitas Konsumen Dagang Babi Indonesia (KKDBI).

Acara dimulai dengan penyampaian Ketua KKDBI mengatakan “sesuai dengan surat permohonan kami dari KKDBI pada tanggal 29 Januari 2020, berkaitan dengan pernyataan media massa tentang penyakit babi, pemusnahan babi, restoking penyakit babi, Oleh karena itu kami meminta kepada Ketua DPRD Provsu dan Gubernur Sumut untuk menjelaskan tentang permasalahan tersebut” ujarnya.

Selanjutnya Ketua DPRD Provsu menyampaikan bahwa “kami menerima masukan yang telah disampaikan dari Ketua KKDBI dan mengingatkan bahwa permasalahan ini diluar dari ranah politik. Saya menegaskan bahwa tidak ada pernyataan tentang pemusnahan babi di Sumut, terkait dengan persoalan babi yang terjangkit Virus ASF agar kita bersama-sama mencari solusi dan obatnya” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan oleh Gubernur Sumut yang menyampaikan bahwa “babi merupakan makhluk Tuhan, dimana jika Tuhan tidak berkenan terhadap babi pastinya detik ini juga babi akan hilang. Saya tegaskan juga bahwa tidak ada 1 orangpun yang mengganggu, merusak ataupun menghilangkan mahkluk Tuhan di Bumi ini. Sesuai dengan rapat yang telah diadakan bersama komisi IV DPR RI untuk membahas masalah babi tersebut, Setelah dilakukan penelitian bahwa babi terinveksi virus ASF yang tidak menular terhadap hewan lain maupun manusia. Oleh karena itu tidak ada pernyataan bahwa akan dilakukan pemusnahan terhadap babi di sumut” tegasnya.

Selanjutnya Kapolda Sumut juga menyampaikan bahwa “pemusnahan babi dilakukan hanya terhadap babi yang terkena virus ASF, bukan seluruh babi yang ada di Sumut, dan miss persepsi tentang pemusnahan babi yang ada di sumut menyebabkan banyak pro dan kontra pada masyarakat. Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mau diadu domba apalagi memutar balikkan isu-isu yang tidak benar untuk destabilisasi Kamtibmas di Sumatera Utara. Sebagai manusia memiliki intelektual tentunya kita harus bisa berdiskusi denga baik untuk sama-sama mencari jalan keluar tentang permasalahan ini. Kapolda juga menghimbau kepada media agar stop isu-isu pemusnahan babi yang dapat memecah belah pluralisme masyarakat” pungkasnya.

Rapat berjalan dengan tertib dan terarah serta aman. Dalam pemaparan para peserta rapat maupun penjelasan para petinggi dapat dicerna dengan baik oleh peserta rapat. (Leo/Prast/Haris)

Leave a Reply