Pekerjaaan Dana Desa di Kuala Dendang Diduga Menyalahi Aturan

Spread the love

Global Hukum Indonesia, Tanjabtim – Pekerjaan Dana Desa (DD) tahun 2019 Desa Kuala Dendang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi diduga kuat menyalahi aturan karena penggunaan Dana Desa Kuala Dendang dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Seperti Pekerjaan pembangunan Posyandu Integritas PAUD yang terletak di RT. 04, Dusun Makmur dengan dana Rp 417.341.940,- dan di Dusun Indah RT. 03 dengan dana Rp 419.510.800,- dengan masing-masing volume 8X12 meter dari sumber Dana Desa (DD) tahun 2019 yang diduga kuat sangat tidak sesuai dengan aturan pelaksanaan penggunaan dana DD, karena pekerjaan bangunan tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.

Pekerjaan yang didusun makmur RT. 04 itu dikerjakan dengan borongan senilai 60 juta sementara RT. 03 Dusun Indah dikerjakan dengan pekerjaan harian sebanyak 6 orang dengan upah 120 ribu perhari.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh awak media pekerjaan tersebut tertutup karena sampai saat ini, Senin (29/07/2019) ini Grafik APBDes Desa Kuala Dendang tidak ada, diduga kuat telah melanggar aturan dari pelaksanaan dana desa (DD).

Jelas hal ini menyalahi aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri yakni Menteri PPN/Bapennas, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi pada 18 Desember 2017 yang memandatkan, bahwa Dana Desa digunakan untuk Padat Karya Tunai di Desa (PKTD).

Tujuan dari surat keputusan bersama dari 4 Kementerian terkait Padat Karya Tunai di Desa (PKTD) agar masyarakat desa yang miskin untuk memperoleh lapangan kerja. Dengan adanya Dana Desa supaya benar-benar dimanfaatkan untuk mewujudkan salah satu tujuan pembangunan desa yaitu penanggulangan kemiskinan. Agar efektif dalam penanggulangan kemiskinan, penggunaan dana desa untuk Padat Karya Tunai harus dibarengi dengan refocusing kegiatan pembangunan desa yang mampu menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, desa-desa perlu difasilitasi untuk memprioritaskan penggunaan dana desa, untuk kegiatan pembangunan desa yang bersifat produktif dan berkelanjutan secara ekonomi.

Berdasarkan keterangan dari Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Kuala Dendang Solikin saat dihubungi oleh awak media pada 29/07/2019, menyebutkan bahwa “2 paket pekerjaan kegiatan Fisik bangunan Posyandu  integritas PAUD itu adalah dari sumber dana desa (DD) dengan jumlah dana dua paket tersebut lebih kurang 800 juta rupiah. Ya, memang satunya yang di dusun makmur itu diborongkan dengan nilai 15% dari jumlah dana”, urainya.

Selanjutnya ujar solikin “pekerjaan tersebut dengan menggunakan besi selop dan tiang memakai besi 12 dan menggunakan cakar ayam sementara untuk bagian atas menggunakan baja ringan dan atap multiroof, jadi untuk sementara pekerjaan ini sudah memasang batu bata”, ujarnya. (mhd)

One Response

  1. Amirsyam Lagasa Agustus 4, 2019

Leave a Reply