Protes BLT, Ketua Karang Taruna Desa Sungai Panoban Minta Maaf

Spread the love

Globalhukumindonesia.com, Tanjabbar – Protes Ketua Karang Taruna terhadap pemerintahan Desa Sungai Panoban berujung permintaan maaf, setelah pihak Pemerintahan Desa Sungai Panoban melakukan klarifikasi data.

Sebelumnya L Halason Pardede menulis di media sosial lewat akun fb nya bernama cinfert pardede “Tolong dilaporkan mengapa selaku perangkat Desa Sungai Panoban mendapatkan bantuan, ini semua bisa dikatakan korupsi, Saya sebagai Ketua Karang Taruna L. Halason Pardede. Pro kontra didalam bantuan, tolong disebarkan dan ditindak lanjuti ini dari Desa Sungai Panoban, tolong ditindak lanjutkan sampai tuntas”, tulisnya.

Atas tindakkan Halason Pardede ini membuat pihak pemerintahan Desa Sungai Panoban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi melakukan musyawarah guna untuk verifikasi data, Musyawarah tersebut di gelar didepan kantor Desa Sungai Panoban pada Sabtu, 30-5-2020.

Musyawarah dipimpin langsung oleh Kepala Desa Romadiyansah dan didampingi oleh Ketua BPD Ahmad Rifai, Babinsa Koptu Miskal, Bktm Brigpol C.A. Nainggolan serta dihadiri seluruh Aparatur Desa, seluruh Kadus, RT, dan diikuti masyarakat lainnya tidak lupa pula L.Halason Pardede (Ketua Karang Taruna) juga dihadirkan.

Pertemuan ini sempat diwarnai perbedaan pendapat tentang penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan lainnya.

Salah satu warga yang hadir merasa dirinya layak untuk mendapatkan bantuan tapi tidak pernah dibantu. Di saat itu juga Kepala Desa Romadiansyah meminta L. Halason Pardede menunjukkan data yang menurutnya salah, Kala L. Halason menjelaskan pendapatnya, Kepala Desa meminta data “kita disini membicarakan data”, tutur Romadiansyah.

Lanjut Kepala Desa “kita nggak bisa mengatakan salah ini itunya tanpa data yang benar”, ucapnya.

Perbedaan pendapat ini membuat Brigpol C.A. Nainggolan angkat bicara dengan menyampaikan “Kita harus ambil contoh yang terjadi di Desa Tanjung Tayas, Kecamatan Tungkal Ulu, yang mana salah satu warga disana menolak BLT, ini bermental kaya”, katanya.

Sambung Brigpol C.A. Naingolan “sikap warga Desa Tanjung Tayas ini menyita perhatian publik hingga viral dan membuat nama Desanya juga harum, ini contoh untuk kita semua”, ujarnya.

Ketua BPD Ahmad Rifai mengatakan “jika begini lah, jika masalah bantuan, setiap warga merasa dirinya layak untuk mendapatkan tapi faktanya jauh berbeda”, tuturnya.

Pertemuan ini berbuah dengan kesepakatan antara pemerintahan Desa Sungai Panoban dengan Tokoh masyarakat akan sama-sama melakukan door to door atau dari rumah kerumah bagi calon penerima BLT selanjutnya, guna mencegah salah sasaran dalam penyaluran bantuan nantinya.

Dikesempatan ini Kepala Desa Romadiansyah mengatakan “sebelumnya kadus serta ketua RT sudah melakukan pendataan terhadap warga, tapi jika ada kekurangan dalam pendataan koordinasikan dulu, sama-sama kita memperbaiki”, pintanya.

Atas sikap L Halason Pardede tersebut membuat pihak Pemerintahan Desa malu terlebih nama Desanya sendiri
Dengan keputusan bersama L. Halason membuat surat pernyataan bukti permintaan maaf nya terhadap pemerintahan Desa Sungai Panoban, Sebelum itu L. Halason Pardede juga sudah menyatakan permintaan maaf nya lewat akun fb cinfert pardede. (Ciptra Muda)