Tangis Haru, 31 Juli 2020, Momen Sejarah Desa Batin Pengambang Sambut Kedatangan Kendaraan Roda Empat

Spread the love

Global Hukum Indonesia, Sarolangun – Hari Jum’at, 31 Juli 2020, bertepatan dengan 10 Zhulhijah 1441 H merupakan hari bersejarah bagi Desa Batin Pengambang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Asa yang selama ini terpendam dan selalu menjadi impian dalam setiap tidurnya, hari ini menjadi nyata.

Heningnya suasana Desa Batin Pengambang siang itu sontak berubah riuh. Tangis haru pun tak dapat ditahan ketika tiba – tiba menyaksikan 1 buah mobil melintas dijalanan desa yang tepat berada didepan mereka.

Tak lama berselang tiba – tiba muncul lagi 1 buah mobil dan kegembiraan seluruh masyarakat Desa Batin Pengambang pun benar – benar sudah tak dapat ditutup – tutupi lagi. Tua muda tumpah ruah dijalan Desa demi ingin menyaksikan sekaligus menyambut kedatangan mobil – mobil tersebut dan sorak sorai pun terdengar jelas mengumandang disepanjang jalanan Desa. Tak ketinggalan anak – anak juga terlihat berebutan masuk kedalam mobil demi untuk ikut dibawa jalan – jalan berkeliling Desa.

“Pada hari ini sejarah baru telah tertoreh di Desa kami. Kendaraan roda empat yang telah lama kami impi – impikan bisa masuk ke Desa Batin Pengambang, kini telah menjadi kenyataan”, ujar salah seorang dari Tokoh Masyarakat Desa Batin Pengambang Darya Sakti.

“Sudah sekian lama harapan itu terpendam dan baru hari ini terwujud. Walau kapasitas jembatan itu diketahui hanya untuk kendaraan roda dua, namun kami yakin jembatan itu akan kuat jika dilalui oleh mobil karena kami lihat tiang – tiang dan tali seling penggantungnya sudah diperuntukkan untuk kendaraan roda empat”, jelas Darya.

Lanjut Darya “waktu perencanaan awal dulu kami semua mendengar kabar, jika dari Desa Tambak Ratu ke Desa Batin Pengambang akan dibangun jembatan yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan dikemudian hari kabar itu terbukti dengan didirikannya tiang – tiang yang besar dan kata si kontraktor pelaksana saat itu, kegunaannya adalah untuk jembatan mobil. Namun entah kenapa setelah 2 tahun berselang, peruntukkannya berubah menjadi jembatan untuk kendaraan roda dua. Akan tetapi seling – seling penahan lantainya tetap menggunakan seling besar yang memang diperuntukkan bagi mobil”, ceritanya.

“Kami seluruh masyarakat Desa Batin Pengambang menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun dalam hal ini Bupati Sarolangun Bapak H. Cek Endra atas telah dibangunnya jembatan ini. Kalau tidak ada jembatan ini, mungkin entah sampai kapankah desa kami akan dilalui oleh kendaraan roda empat alias mobil”, papar sang tokoh masyarakat ini dengan senyuman tipis dibibirnya.

Ditempat berbeda Kades Batin Pengambang Asrin ketika ditemui oleh awak media Globalhukumindonesia.com dirumahnya mengatakan “apa yang terjadi pada hari ini adalah semata – semata kehendak spontanitas dari seluruh masyarakat Desa Batin Pengambang yang sudah sangat lama sekali memimpikan desa mereka dilalui oleh mobil dan hari ini impian itu telah mereka buat menjadi nyata dengan mendatangkan 2 buah mobil ke sini. Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan terima kasih pada pak Bupati Sarolangun H. Cek Endra yang telah membangun jembatan ini untuk desa kami”, ungkap kades Asrin.

Ketika ditanya soal peruntukan dari jembatan tersebut “saya tau jika jembatan itu peruntukannya adalah untuk kendaraan roda dua sesuai dengan tulisan yang ada pada palang gerbang masuk jembatan diseberang (desa tambak ratu) yaitu kapasitas maximal 700 kg dan perihal itupun sudah saya sampaikan pada mereka. Namun kehendak ataupun keinginan seluruh masyarakat sudah tak mampu lagi saya bendung, karena memang telah lama sekali mereka mengidam – idamkan desanya dilalui oleh kendaraan roda empat dan pada hari ini impian itu mereka wujudkan. Secara bersama – sama mereka telah bersepakat untuk membawa kendaraan roda empat untuk masuk ke desanya dan itu terlaksana seperti yang anda lihat”, pungkas Asrin diakhir keterangannya.

Apakah tindakan spontan dari seluruh masyarakat Desa Batin Pengambang yang mendatangkan 2 buah mobil hari ini adalah benar – benar merupakan ungkapan dari rasa senang atas telah dibangunnya jembatan tersebut atau ini adalah aksi sebagai bentuk protes dari tidak puasnya mereka atas perubahan peruntukan dari jembatan tersebut, hanya mereka sajalah yang tau.

Yang jelas Desa Batin Pengambang telah menoreh sejarah baru dan menganggap hari ini sebagai Hari Jum’at Keramat, Karena pada hari ini telah berkumandang 2 takbir yaitu shalat idul adha dan shalat jum’at serta telah dilalui pula oleh 2 buah kendaraan roda empat.  (Benny)

Leave a Reply